Wamen PANRB Tinjau Angkutan Umum Mudik di Bandara dan Pelabuhan untuk Pastikan Standar Layanan

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto melakukan tinjauan untuk menilai kualitas layanan angkutan umum di Bandara dan Pelabuhan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa standar pelayanan publik selama periode mudik lebaran dapat terpenuhi dengan baik, sehingga masyarakat mendapatkan pengalaman yang berkualitas dan memuaskan.
Dalam peninjauannya, Wamen Purwadi menegaskan pentingnya penyelenggara layanan angkutan umum di lokasi tersebut untuk memenuhi standar pelayanan minimal. Aspek yang harus diperhatikan mencakup keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, serta ketepatan waktu. Tak kalah penting, profesionalisme petugas dalam memberikan layanan yang responsif dan ramah, serta integritas dalam bertugas, menjadi kunci untuk mencapai pelayanan yang prima.
“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa semua layanan transportasi selama Idulfitri berjalan dengan optimal. Kami akan mendorong penguatan koordinasi antar instansi dan integrasi antar moda transportasi untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik, serta meminimalkan potensi gangguan dalam layanan,” ungkapnya saat meninjau pelaksanaan layanan di Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu, 18 Maret 2026.
Tinjauan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat pengawasan terhadap implementasi reformasi birokrasi, khususnya di sektor transportasi yang merupakan salah satu layanan publik yang sangat penting dan berdampak langsung pada masyarakat. Dalam kegiatan ini, Wamen PANRB juga memeriksa berbagai moda transportasi yang tersedia, termasuk layanan loket, angkutan massal, dan shuttle yang terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya integrasi antar moda transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan. Integrasi layanan transportasi dianggap sebagai kunci untuk menciptakan sistem pelayanan yang efektif. Masyarakat seharusnya dapat berpindah dari satu moda ke moda lainnya dengan mudah tanpa mengalami hambatan.
“Layanan angkutan umum yang ada di bandara dan pelabuhan merupakan representasi dari pelayanan publik yang pertama kali dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus dijaga dengan baik, baik dari segi keamanan, kenyamanan, maupun kemudahan akses,” tegas Wakil Menteri PANRB.
Dalam peninjauan tersebut, hadir pula Wakil Menteri Perhubungan Suntana, yang memastikan bahwa seluruh layanan transportasi berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama semua pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik.
➡️ Baca Juga: Bank Neo Commerce Resmi Bergabung dalam Daftar Perusahaan Tercatat BEI
➡️ Baca Juga: Kegiatan Sosial: Masyarakat Bersatu Membantu Korban Bencana




