AS-Israel Rencanakan Serangan ke Iran pada 21 Februari, Tertunda karena Dua Faktor Penting

Amerika Serikat dan Israel telah menunda rencana mereka untuk melaksanakan operasi militer terhadap Iran, yang seharusnya berlangsung lebih awal. Penundaan ini dilaporkan oleh Axios, berdasarkan informasi dari pejabat senior di kedua negara, yang mengungkapkan bahwa serangan yang direncanakan mengalami keterlambatan selama satu minggu.
Setelah pembicaraan kedua antara AS dan Iran yang berlangsung pada 17 Februari tanpa mencapai kemajuan yang berarti, para perencana militer dari AS dan Israel semula merencanakan serangan pada 21 Februari. Namun, penundaan ini muncul setelah situasi diplomatik yang tidak menguntungkan.
Menurut laporan dari Axios, ada dua faktor utama yang menyebabkan penundaan operasi tersebut. Salah satu sumber menyebutkan bahwa kondisi cuaca yang buruk menjadi alasan utama, sementara sumber lainnya menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi antara unit militer AS dan Israel sebelum melaksanakan serangan.
Keterlambatan dalam meluncurkan serangan tersebut juga memberi kesempatan untuk melakukan satu putaran pembicaraan tambahan dengan Iran. Namun, informasi mengenai isi dari pembicaraan tersebut berbeda-beda dan tidak sepenuhnya jelas.
Salah satu versi yang dikemukakan oleh pejabat Israel menyatakan bahwa pertemuan di Jenewa diadakan untuk memastikan bahwa Iran memahami bahwa diplomasi tetap menjadi prioritas bagi Presiden Trump. Ini menunjukkan upaya untuk memperjelas niat baik dalam situasi yang tegang.
Di sisi lain, sumber yang berbeda mengklaim bahwa penundaan serangan dipicu oleh pertimbangan taktis dan operasional, dan bahwa negosiasi antara kedua pihak berlangsung dengan serius dan penuh komitmen.
Akhirnya, serangan terhadap Iran dilaksanakan pada 28 Februari, meskipun pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran masih terus berlanjut. Ini menunjukkan kompleksitas situasi yang dihadapi oleh kekuatan besar dalam diplomasi internasional.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai situasi ini, menyatakan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, merupakan sebuah tindakan yang mencederai norma-norma moral dan hukum internasional. Pernyataan ini menyoroti kerentanan dalam hubungan internasional yang dapat dipicu oleh tindakan militer.
Kementerian Luar Negeri Rusia dengan tegas mengecam serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel, serta menyerukan perlunya de-eskalasi serta penghentian permusuhan segera. Seruan ini mencerminkan keinginan Rusia untuk menghindari konflik lebih lanjut di kawasan yang sudah rentan.
➡️ Baca Juga: Kasus Kematian Mahasiswa UKI: Kapolres Jaktim Beri Keterangan
➡️ Baca Juga: Peternak Sapi Ungkap Keuntungan Meningkat Berkat Program MBG



