Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
lifestyle

Kisah Cinta Ratna Sari Dewi dan Soekarno: Awal Pertemuan Mereka di Jepang

Jakarta – Ratna Sari Dewi Soekarno kembali mengunjungi Indonesia untuk merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Kehadirannya di Istana Merdeka menarik perhatian banyak orang, terutama karena tempat tersebut menyimpan banyak kenangan penting dalam hidupnya bersama Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Setelah bertahun-tahun berlalu, Ratna Sari Dewi mengenang berbagai perubahan yang terjadi di sekitar Istana. Ia menyatakan, “Banyak sekali perubahan di sini. Beberapa bangunan yang dulu tidak ada sekarang sudah berdiri. Dulu, antara Istana Negara dan Istana Merdeka terdapat halaman luas, sekarang ada gedung yang menggantikan.”

Ratna juga menyampaikan bahwa ia memiliki banyak koleksi foto yang diambil di sekitar Istana. Sayangnya, sebagian besar dari koleksi tersebut kini telah menghilang. “Banyak foto-foto Bapak juga yang sudah hilang. Ini sangat disayangkan,” ungkapnya dengan nada nostalgia.

Kedatangannya ke tanah air tersebut menjadi momen yang tepat untuk mengingat kembali sosok Soekarno dan kisah cinta mereka yang dimulai jauh sebelum mereka resmi menikah. Simak selengkapnya mengenai perjalanan cinta keduanya yang sangat menarik ini.

Sebelum dikenal sebagai Ratna Sari Dewi Soekarno, wanita yang lahir di Tokyo, Jepang, pada 6 Februari 1940 ini memiliki nama asli Naoko Nemoto. Ia berasal dari latar belakang keluarga yang sederhana dan pernah menempuh pendidikan seni.

Pada tahun 1959, ketika usianya baru menginjak 19 tahun, Naoko bertemu dengan Soekarno yang saat itu tengah melakukan kunjungan resmi ke Jepang.

Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah bar hostess yang terletak di kawasan Ginza, Tokyo, yang berdekatan dengan Imperial Hotel. Pada saat itu, Naoko dikenal sebagai mahasiswi seni, sedangkan Soekarno sudah menjadi Presiden Indonesia dan memiliki usia yang jauh lebih tua darinya.

Hubungan mereka pun berkembang menjadi lebih serius. Tiga tahun setelah pertemuan pertama, Naoko resmi menikah dengan Soekarno di Indonesia pada tahun 1962.

Setelah memeluk agama Islam, Soekarno memberikan nama baru kepadanya, yaitu Ratna Sari Dewi Soekarno. Nama ini berasal dari bahasa Jawa-Sanskerta yang berarti “inti permata seorang dewi”.

Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri yang diberi nama Kartika Sari Dewi Soekarno, yang lahir pada 7 Maret 1967. Setelah kepergian Soekarno pada tahun 1970, Ratna Sari Dewi memilih untuk tidak menikah lagi, menghormati kenangan dan cinta yang telah dibangun bersama.

    ➡️ Baca Juga: Baseus Blade 100W Review: Power Bank Tipis Masuk ke Tas Laptop

    ➡️ Baca Juga: Mengapa Semua Orang Membicarakan Selebriti Sekarang?

    Related Articles

    Back to top button