Buronan KKB TPNPB OPM Ditembak Mati oleh Tim Patroli Keamanan TNI di Papua

Upaya menjaga keamanan di Papua kembali menjadi perhatian setelah aparat berhasil menetralkan salah satu buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang. Insiden ini terjadi saat patroli rutin yang dilakukan di wilayah Nabire, Papua Tengah, tiba-tiba berubah menjadi kontak senjata.
Kejadian ini bermula ketika Tim Patroli Keamanan dari Komando Operasi TNI Papua melakukan pengamanan di area yang rawan konflik. Dalam kegiatan tersebut, petugas mendapati dua individu yang diduga terlibat dengan kelompok bersenjata TPNPB-OPM. Keduanya diketahui membawa senjata api, sehingga situasi segera berubah menjadi baku tembak.
Dalam pertikaian yang berlangsung, kedua anggota kelompok tersebut berusaha melarikan diri ke arah hutan. Namun, tim patroli melakukan pengejaran dengan terukur. Hasilnya, salah satu dari mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi, sementara yang lainnya berhasil meloloskan diri.
Identitas pelaku yang tewas kemudian terungkap sebagai Hurbianus Mirip. Ia merupakan anggota kelompok bersenjata yang beroperasi di bawah komando Aibon Kogoya di wilayah Kodap III. Hurbianus bukanlah sosok baru di dunia kejahatan, karena namanya telah masuk dalam daftar buronan sejak tahun 2025 atas dugaan keterlibatan dalam berbagai aksi kekerasan, termasuk pembunuhan di Papua.
Tindakan tegas ini merupakan bagian dari strategi aparat untuk menekan aktivitas kelompok bersenjata yang dianggap mengganggu stabilitas keamanan masyarakat. Meskipun demikian, operasi yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan prosedur yang berlaku.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi kelompok bersenjata untuk berkembang. Ia juga menekankan bahwa pendekatan yang diambil tidak hanya bersifat militer, tetapi juga bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.
“TNI menegaskan tidak akan memberi kesempatan bagi kelompok TPNPB-OPM di Papua demi menjaga kedaulatan dan keamanan masyarakat, sambil tetap berfokus pada upaya membangun stabilitas, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan dalam operasi ini dianggap sebagai bukti bahwa aparat keamanan tetap aktif dalam menjaga situasi tetap kondusif, terutama di daerah-daerah yang selama ini rawan konflik. Selain itu, respons cepat dan profesional yang ditunjukkan oleh tim patroli juga mencerminkan bahwa setiap langkah telah direncanakan dengan cermat, demi meminimalkan risiko bagi masyarakat sipil.
➡️ Baca Juga: Memahami Protes #IndonesiaGelap: tuntutan pendidikan gratis
➡️ Baca Juga: Upaya Kamboja dalam Meningkatkan Layanan Kanker Nasional




