Amerika Serikat dan Israel Mengapa Menyerang Iran? Simak Penjelasannya di Sini

Amerika Serikat dan Israel baru-baru ini melancarkan serangkaian serangan udara yang signifikan terhadap berbagai lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada tanggal 28 Februari. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump, operasi ini dikategorikan sebagai sebuah aksi militer besar-besaran.
Aksi militer ini berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran, yang berfokus pada program nuklir serta pengembangan rudal balistik oleh Teheran. Serangan ini terjadi setelah berbulan-bulan ancaman verbal dari Trump dan delapan bulan setelah bentrokan militer yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran selama dua belas hari.
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balik dengan menembakkan rudal ke wilayah utara Israel serta ke pangkalan militer AS yang tersebar di Timur Tengah. Hingga kini, informasi mengenai jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan di kedua negara masih sangat terbatas.
Dalam konteks serangan yang dilancarkan ke Iran, berikut adalah beberapa fakta penting yang perlu dicermati, yang dirangkum dari sumber terpercaya.
Kejadian di Iran dimulai sekitar pukul 09.27 waktu setempat, ketika kantor berita Fars melaporkan adanya ledakan yang cukup besar di Teheran.
Seorang koresponden dari Al Jazeera yang berada di bagian barat Teheran melaporkan mendengar dua suara ledakan yang kuat. Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan asap mengepul dari beberapa lokasi di kota tersebut, menandakan adanya dampak signifikan dari serangan.
Israel menjadi yang pertama yang mengonfirmasi serangan rudal ke sejumlah target strategis di dalam wilayah Iran.
Seorang pejabat pemerintah AS memberikan penjelasan kepada Al Jazeera bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi militer kolaboratif dengan Israel. Dalam beberapa minggu terakhir, Washington telah mengerahkan sejumlah besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut, menjadikannya sebagai pengerahan militer yang terbesar sejak Perang Irak.
Trump sendiri menggambarkan operasi ini sebagai sebuah langkah besar yang masih berlangsung dan berpotensi meluas.
Departemen Pertahanan AS kemudian memberikan nama untuk misi ini, yaitu “Operation Epic Fury,” dalam pernyataan publik yang menjadi yang pertama dikeluarkan sejak dimulainya serangan gabungan AS dan Israel.
Di mana saja serangan ini terjadi?
Beberapa rudal dilaporkan menghantam lokasi-lokasi kunci seperti University Street dan kawasan Jomhouri di Teheran, serta dekat dengan markas Korps Garda Revolusi Islam Iran, menurut laporan dari Fars.
Kantor berita Associated Press juga melaporkan bahwa salah satu serangan di ibu kota terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menambah ketegangan situasi di negara tersebut.
➡️ Baca Juga: Artis Billy Syahputra Pamer Rumah Mewah
➡️ Baca Juga: Upaya Konservasi: Perlindungan Satwa Langka di Taman Nasional
