Yayasan Dharmais Gelar Operasi Katarak dan Pemeriksaan Mata Gratis bagi Warga Kulonprogo

0
28

Editor: Irvan Syafari

Jurnalis Jatmika H Kusmargana – 4 Mar 2018 – 13:23

YOGYAKARTA — Dalam rangka memperingati Bapak Pembangunan Indonesia, HM Soeharto, Yayasan Dharmais bekerjasama dengan Perdami, RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, UGM, dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak dan pemeriksaan mata gratis bagi warga masyarakat di Kulonprogo, Minggu (04/03/2018).

Operasi katarak gratis dan pemeriksaan mata ini digelar rutin setiap tahun sebagai bagian darma bakti Yayasan Dharmais, yang didirikan oleh Presiden RI Ke 2 HM Soeharto untuk membantu masyarakat khususnya warga kurang mampu di bidang sosial dan kemanusiaan.

Selain operasi katarak, sejak berdiri pada 1975 lalu, Yayasan Dharmais telah berkontribusi banyak dalam membantu pemerintah seperti melakukan operasi katarak, operasi bibir sumbing, operasi kornea mata hingga pemberian dan santunan lewat peningkatan gizi masyarakat baik ke panti asuhan, panti jompo, maupun panti weda.

“Tak hanya itu, Yayasan Dharmais juga rutin menggelar pendidikan kewirausahaan dan pelatihan usaha produktif bagi anak jalanan dan remaja putus sekolah. Bahkan Yayasan Damandiri juga turut mendirikan Rumah Sakit Kanker Dharmais yang kini menjadi rujukan se Indonesia,” ujar Ketua Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita.

Sementara itu Titiek Soeharto, mewakili keluarga HM Soeharto, mengatakan Yayasan Dharmais sebagai satu dari 7 Yayasan yang didirikan Pak Harto, terus berupaya memberikan darma baktinya kepada masyarakat Indonesia. Hal itu sesuai dengan cita-cita Pak Harto, untuk membantu masyarakat dan rakyat Indonesia.

“Yayasan-yayasan Pak Harto bisa terus eksis karena kita menjalankannya sesuai amanah pendiri, tidak menyalahgunakan keuangan yayasan. Semua semata-mata hanya untuk rakyat. Muhah-mudahan kita bisa terus berkontribusi untuk rakyat sampai akhir zaman,” katanya.

Sementara itu Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan dengan angka harapan hidup yang cukup tinggi mencapai 75 persen, angka penderita katarak di Kabupaten Kulonprogo menjadi cukup tinggi, yakni mencapai 4 per 1000 penduduk.

Dengan jumlah penduduk mencapai 450 ribu jiwa maka Pemerintah Kabupatan Kulonprogo setidaknya harus melakukan sebanyak 400 operasi katarak. Hal itu tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pemerintah.

“Karena itu kita sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Yayasan Dharmais ini dalam membantu masyarakat Kulonprogo,” katanya.

sumber : CDN Cendana News

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here