Bakti Sosial Yayasan Dharmais di RSUD Nyi Ageng Serang

0
73

Minggu pagi yang cerah di pelataran parkir RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo suasana sudah nampak cukup sibuk, para petugas RSUD yang berpakaian batik nampak tengah melayani antrian calon pasien yang hendak melakukan pengobatan. Hari tersebut memang sedang digelar Operasi Katarak Gratis untuk masyarakat di Kulon Progo dan sekitarnya. Yayasan Dharmais bekerjasama dengan tim dokter Perdami, RSUD Nyi Ageng Serang, serta pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengadakan bakti sosial agar dapat memberikan sumbangsih bagi masyarakat sekitar, terutama mereka yang menderita penyakit katarak dan memerlukan operasi.

Menurut Bapak Suhariyanto selaku kepala pelaksana kegiatan, target masyarakat yang dapat dioperasi sebanyak 75 orang, semua biaya operasi akan ditanggung oleh Yayasan Dharmais. Namun sebelum pelaksanaan operasi, akan dilakukan screening terhadap calon pasien operasi, untuk mengetahui tingkat kesehatan pasien apakah layak untuk dilakukan tindakan operasi atau tidak.

Agenda ini disambut baik oleh masyarakat, Mbah Sairah dari Samigaluh misalnya, datang dengan diantar cucunya ke RSUD Nyi Ageng Serang, sang cucu mendapatkan info setelah memperoleh informasi dari pihak puskesmas akan adanya operasi katarak gratis dari Yayasan Dharmais tersebut. Sementara Mbah Ponikem dari Nanggulan mengaku hidup sebatang kara karena tidak ingin menyusahkan putra putrinya.

Saya hanya menjalankan aktifitas semampu saya mas, karena siang hari saya agak susah melihat, hanya terlihat bayangan, sementara jika malam hari malah suasana terlihat lebih terang. Mbah Ponikem sendiri merasa bersyukur dengan adanya operasi katarak ini, harapan saya bisa terus ada pengobatan semacam ini karena sangat membantu masyarakat kecil seperti kami.

Lain lagi dengan Mbah Pairah yang berasal dari Temon, Kulon Progo, nenek yang sejak 1975 mengikuti transmigrasi di Medan Sumatera Utara ini baru mengalami katarak sejak bulan Oktober tahun lalu. Setelah mengalami katarak, Mbah Pairah dijemput menantunya agar dapat diobati di Jogja. Saat berobat ke RSUD Nyi Ageng Serang inilah beliau memperoleh informasi akan adanya operasi gratis Yayasan Dharmais. Kami mewawancarainya selepas memperoleh tindakan operasi, Mbah Pairah nampak masih segar setelah menjalani operasi.

Saya berangkat jam 5 pagi mas, biar tidak terlalu lama antri dan cepat mendapatkan giliran penanganan, dua hari lagi kami akan kontrol kesini, untuk mengganti perban dan pemeriksaan lanjutan. Tutur mbah Pairah.

Selain menggelar Operasi Katarak, Yayasan Dharmais juga menggelar acara pemberian santunan untuk 5 panti asuhan di Kulon Progo, serta melaksanakan bedah rumah di salah satu rumah warga, tidak jauh dari RSUD. Nampak hadir dalam kesempatan tersebut Ibu Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana selaku Pembina dan Bapak Indra Kartasasmita selaku Ketua Yayasan Dharmais.

Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais) didirikan pada tanggal 8 Agustus 1975 oleh H.M Soeharto, H. Sudharmono dan H. Bustanil Arifin. Yayasan ini bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dan telah aktif memberikan bantuan sejak tahun 1976.

Sampai tahun 2016, dalam bidang Sosial, Yayasan Dharmais telah memberikan bantuan sebesar Rp. 737.204.366.000 untuk panti asuhan, paket bantuan hari raya keagamaan untuk veteran 45 sebesar Rp. 15.561.889.000, mengembangkan kemitraan dalam bentuk Pesantren Singkat Pelatihan Usaha Produktif untuk anak jalanan dan remaja putus sekolah, menyukseskan gerakan GNOTA dan lain sebagainya.

Di Bidang Kemanusiaan, Yayasan Dharmais bekerjasama dengan Perdami untuk melakukan Operasi Katarak gratis sejak 1986, bekerjasama dengan Perapi untuk operasi bibir sumbing, dan Yayasan Thalasemia untuk biaya operasi penderita Thalasemia. Sejak tahun 2002, Yayasan Dharmais juga bekerjasama dengan Bank Mata DKI untuk melakukan cangkok mata, Yayasan juga menghibahkan RS Kanker Dharmais pada pemerintah di tahun 1994.

Ibu Titiek Suharto pada kesempatan yang sama menyatakan kegiatan pengabdian tersebut wujud dari Yayasan Dharmais untuk membantu masyarakat di Kulonprogo untuk operasi katarak. “Dari 105 pendaftar, tahun ini yang dioperasi ada 37. Setiap tahun bergiliran di tiap kabupaten. Ini merupakan tujuan dari yayasan untuk membantu masyarakat kurang mampu, tidak hanya katarak tetapi juga bibir sumbing, ataupun cangkok mata,” Sebagai informasi bulan Maret dicanangkan Yayasan Dharmais sebagai bulan Senyum Soeharto, kami mewujudkannya dengan cara melakukan banyak kegiatan sosial untuk membantu masyarakat Indonesia, kata Bapak Suhariyanto.

sumber : anotherorion.com

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here