Perpustakaan Keliling Dharmais Selalu Dinanti

0
87

SAAT mengamati kegiatan Perpustakaan Keliling Yayasan Dharmais di SD Negeri 03 Sunter, Jakarta Utara; kita dapat membuktikan bahwa minat membaca bisa tumbuh dengan baik sejak kecil. Pada jam pelajaran terakhir, Kamis, 12 Januari 2011 sejumlah siswa Kelas 6, asyik membaca buku sambil duduk santai di lantai teras sekolah.

Buku yang dibacanya berbeda-beda, ada buku cerita, ada komik, dan buku bacaan lainnya seperti sejarah dan hobi. Setelah membaca, sebagian siswa menyiapkan buku catatan dan mulai menulis apa yang telah dibacanya tadi.

“Kegiatan perpustakaan ini memang menjadi salah satu program pelajaran Bahasa Indonesia, jadi siswa wajib mengikutinya. Tetapi meskipun wajib, suasananya tidak kaku, anak-anak diberi kebebasan dalam memilih bacaan dan boleh membaca di mana saja; yang penting tertib,” kata Dian Ratnasari kepada Pelita.
Dian, sebagai guru IPA, saat itu mendapat giliran membimbing kegiatan perpustakaan. Sedangkan pengelola program perpustakaan Yahmini masih mengajar Bahasa Indonesia. “Ya, seluruh siswa Kelas 4, 5, dan 6, wajib ikut kegiatan perpustakaan,” ujarnya.

Namun, karena mobil Perpustakaan Keliling Yayasan Dharmais datang ke SDN 03 Sunter ini hanya dua kali dalam sebulan, maka empat rombongan belajar diatur secara bergantian juga sehingga seluruh siswa mendapat kesempatan. Sedangkan untuk Kelas 1, 2, dan 3, cukup memanfaatkan perpustakaan sekolah saja.

Menurut Dian, tujuan dari kegiatan meringkas isi bacaan atau menceritakan kembali buku yang sudah dibaca, merupakan variasi agar siswa tidak bosan hanya membaca saja, tetapi untuk menceritakan kembali, siswa juga bisa berdiskusi dengan teman-temannya. Dengan demikian, ada interaksi yang positif. Anak juga menjadi lebih kreatif, selain memicu kegemaran membaca buku.

Kebiasaan membaca dan memahami isi bacaan juga sangat membantu dalam memahami pelajaran selain pelajaran Bahasa Indonesia. “Biasanya anak-anak yang suka membaca lebih kreatif dan pengaruhnya besar sekali. Untuk pelajaran IPA saja, sangat kelihatan hasilnya. Anak-anak cepat menguasai pelajaran,” kata Dian.

Namun, kata dia, ada satu–dua siswa yang tidak menyukai membaca. Pada awalnya mereka merasa terpaksa. Tetapi, karena suasananya tidak kaku, sehingga siswa yang tadinya tidak hobi membaca menjadi menyukai. Menurut pengamatannya, sejak bekerjasama dengan Perpustakaan Keliling Yayasan Dharmais tahun 2005, ada perubahan-perubahan cara berfikir anak didiknya.

Desti Rahma, siswa Kelas 6 SDN 03 Sunter, mengaku senanga daper pustakaan keliling, karena banyak buku-buku bagus. Begitu juga ketika mendapat tugas untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya, dia pun merasa senang. “Ya senang saja.Buku ceritanya kan banyak dan bagus-bagus. Kalau tugas sekolah yang harus dikerjakan, tapi ya senang juga sih,” ujarnya.

Sementara itu, mobil Perpustakaan Keliling Yayasan Dharmais berplat nomor polisi B 9594 HP di bawah koordinasi Misto, setiap hari Senin hingga Kamis berkunjung secara rutin kedelapan sekolah dasar. Yakni, SDN 03 Sunter, SDN 04 Pondok Rangon, SD Angkasa 3, SD Angkasa 4, SD Angkasa 5, SD Angkasa 7, SD Angkasa 12, dan SD Unwanus.
Koleksi buku yang dibawanya sebanyak 1.600 buku untuk memenuhi kerjasama Yayasan Dharmais dengan pihak sekolah. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan memenuhi kebutuhan bacaan bagi pelajar.“Anak-anak (siswa—Red) semua antusias ingin membaca, meskipun pada awalnya perlu didorong oleh guru. Ada siswa yang lama memilih-milih buku dan ada yang asal ambil saja,” ujarnya.

Tetapi, ada juga siswa Kelas 6 yang mencari buku tentang budidaya ikan, karena dia ingin menjadi wirausahawan. “Kami berusaha memenuhi permintaan itu.Setelah bukunya ada, anak itu senang sekali dan langsung dibacanya, minggu berikutnya dia pinjam,” kata Misto kepada Pelita.

Ada juga kepala sekolah yang sangat proaktif, ingin setiap hari ada mobil perpustakaan keliling. Seperti Kepala SDN Pondok Rangon Aput Syarifudin keinginannya besar sekali mencerdaskan anak didiknya melalui gemar membaca. Aput yang pernah menerima Beasiswa Supersemar ini mempunyai harapan anak didiknya memiliki karakter bangsa Indonesia yang Pancasilais.
Di Jakarta ada satu lagi mobil Perpustakaan Keliling Yayasan Dharmais yang secara rutin berkunjung ke SDN 07 Tebet, SDN 13 Tebet, SDN 03 Cilangkap, SDN 03 Manggarai, SDN 05 Cipedek, SD Angkasa 9, SD Angkasa 10, dan MI Syamsul Huda.

Koordinator Perpustakaan Keliling Yayasan Dharmais Herman mengatakan, di Jakarta ada dua unit mobil perpustakaan yang berkeliling tetap setiap hari Senin hingga Kamis. Kedua perpustakaan keliling itu setiap hari Sabtu dan Minggu berada di tempat-tempat umum seperti di Senayan, di Taman Mini Indonesia Indah, dan di tempat umum lainnya. Ada juga mobil perpustakaan keliling yang diserahkan kepada pemerintah daerah seperti di Sibolga dan di wilayah Nusa Tenggara Timur. “Kami juga punya perpustakaan umum yang berada di Komplek Perumahan Seroja di Bekasi. Di sana, buku-bukunya lengkap,” kata Herman.(dewi purnamasari)

Sumber : Harian Pelita 16-1-2012

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here